.....-=:x[ ]x:=-.....

Kiat Tetap Aman dari Penipuan Saat Belanja Online

Pada: 26 November 2012
oleh: Admin 100% Backlink Indonesia

Mereka yang doyan belanja online adalah mangsa utama para penjahat dunia maya — dan kegiatan tawar-menawar sering mereka jadikan sebagai samaran.

Di dunia maya, informasi bisa jadi sumber uang, dan banyak penjahat mencoba memikat para mangsa untuk mengungkapkan detail pribadi mereka — yang kemudian dapat digunakan untuk penipuan identitas.

Pekan ini diadakan Get Safe Online Week, yang diselenggarakan oleh Get Safe Online untuk mendidik para pengguna internet tentang cara menghindari perangkap semacam itu.

Menurut survei mereka, lima ancaman yang paling umum untuk menjaring korban adalah dengan  virus, yang dialami oleh satu dari lima orang yang menjadi objek survei, pembobolan email (18 persen), gangguan akun media sosial (12 persen), penipuan barang belanja online yang tidak pernah kunjung datang (12 persen) dan penipuan kartu kredit online (9 persen).

Dan tampaknya dua yang terakhir adalah yang paling menakutkan jika menyangkut belanja di dunia maya.

Menurut Equifax, sebuah perusahaan yang mengelola informasi akun kredit jutaan orang di seluruh Inggris, hampir setengah dari jumlah pembeli online merasa menyesal karena telah memberikan terlalu banyak informasi pribadi saat melakukan transaksi online.

Hampir enam dari 10 orang yang ditanyai mengatakan, mereka akan membatalkan transaksi online jika mereka merasa ditanyai detail yang terlalu banyak.

Dan Neil Munroe dari Equifax mengatakan, "Sayangnya ada beberapa penipuan yang menampilkan situs palsu dan email penjebak yang membahayakan para konsumen.

"Penelitian kami menunjukkan hampir setengah konsumen merasa menyesal setelah memberikan informasi. Jelas bahwa konsumen hanya harus memberikan data pribadi kepada situs atau perusahaan yang terpercaya sepenuhnya — jika mereka merasa ragu, mereka harus membatalkan transaksi tersebut."

Tapi yang mengkhawatirkan, 40 persen konsumen mengaku masih merasa senang untuk memberikan informasi pribadi untuk penawaran yang bagus atau diskon online, sesuatu yang dijual para penipu.

Dengan menawarkan barang dan harga yang muluk-muluk, mereka mampu memikat para pelanggan yang potensial dan menggunakan informasi pribadi atau detail kartu kredit untuk membajak identitas mereka atau mencuri uang.

Munroe menambahkan, "Berbelanja, bersosialisasi dan melakukan transaksi perbankan secara online, kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak dari kita yang menikmati kenyamanan dan keuntungan yang ditawarkannya.”

"Namun orang-orang perlu melindungi diri dari risiko yang mungkin terjadi. Kecanggihan penipuan online semakin meningkat dari hari ke hari, sehingga sangat penting bagi konsumen untuk memahami nilai informasi pribadi mereka dan melakukan tindakan pencegahan dari penipuan identitas."

Tony Neate, CEO getsafeonline.org, yakin bahwa dengan pengetahuan yang lebih akan membuat orang terhindar dari masalah, dan para pengguna situs tidak perlu malu untuk meminta bantuan.

Ia menjelaskan, "Orang-orang tidak boleh malu saat mengalami penipuan, atau mereka perlu tahu lebih banyak informasi, itulah sebabnya kami mendorong agar mereka melakukan  'Click&Tell' – dengan membuka situs Get Safe Online, untuk mendapatkan beberapa tips keamanan berbelanja online dan memberitahukan informasi tersebut kepada teman, keluarga, rekan kerja, tetangga atau bahkan orang asing yang bisa mendapatkan manfaat dari informasi tersebut."

1. Jangan berbagi password
Apa pun transaksi yang Anda lakukan, jangan pernah memberikan atau menuliskan password Anda. Jangan gunakan satu password yang sama untuk semua akun, sehingga jika ada satu password Anda yang bocor, maka akun yang lain tetap akan aman. Gunakan kombinasi huruf, angka dan karakter khusus dalam membuat password yang sulit untuk ditebak — atau untuk mencegah program otomatis penebak password membongkarnya.

2. Perhatikan tanda-tandanya

Jika Anda menemukan tawaran atau harga yang terlalu muluk, maka biasanya itu memang benar-benar situs yang menipu. Kesalahan ejaan dan tata bahasa yang buruk adalah tanda utama dari sebuah situs belanja palsu, sementara situs tanpa ikon gembok pada halaman transaksi atau sebuah awal URL dimulai https:// tidaklah aman.

3. Cari tahu informasi perusahaan tersebut
Ketika Anda membeli barang dari sebuah perusahaan yang Anda tidak tahu, periksalah apakah mereka memiliki nomor kontak atau alamat kantor yang benar. Carilah di Google Maps atau Google Street View untuk memastikan kantor mereka benar-benar ada. Cari tahulah informasi yang valid sebanyak mungkin untuk dapat memutuskan tetap melanjutkan pembelian atau tidak.

4. Belilah dengan kartu kredit
Apa Anda tahu bahwa membayar dengan kartu kredit saat belanja online dapat menjamin beberapa bentuk perlindungan? Periksalah dengan penyedia kartu Anda, untuk memastikan pembayaran minimum yang diperlukan jika barang tersebut rusak saat tiba, atau jika tidak diantar sama sekali, maka Anda bisa mengklaim biaya pengembalian dari penyedia kartu Anda.

5. Miliki aplikasi antivirus yang terbaru
Dan gunakanlah firewall jika menggunakan komputer berbasis Windows. Apple Mac sudah memiliki perlindungan di dalamnya dan tidak rentan terhadap virus dan spyware, namun mereka tidak kebal seperti yang dibayangkan banyak orang. Kini Anda juga bisa mendapatkan aplikasi perlindungan untuk smartphone dan tablet.

6. Waspadalah terhadap hotspot internet
Kini di Indonesia sudah memiliki banyak  hotspot internet Wi-Fi , namun tidak aman sepenuhnya. Jika Anda keluar rumah  dan ingin log in ke salah satu hotspot tersebut, waspadalah terhadap setiap toko online, restoran atau bar yang mencurigakan. Bahkan, tempat-tempat semacam itu mungkin tidak sepenuhnya aman, sehingga Anda harus yakin bahwa komputer Anda memang memiliki firewall dan perlindungan virus yang aktif.

7. Pada jejaring sosial, selalu periksa pengaturan privasi dan keamanan
Mungkin diperlukan waktu beberapa saat, tetapi dengan pengaturan yang benar, Anda dapat mencegah orang asing melihat status, gambar dan informasi pribadi Anda.

8. Ketika mengunduh aplikasi dari sumber lain selain toko aplikasi resmi seperti Google Play dan iTunes, selalu hati-hati
Banyak aplikasi jahat kini dapat menyembunyikan spyware yang berbahaya dan dapat memantau penggunaan telepon seluer Anda, atau bahkan mengirim pesan di latar belakang dengan menggunakan pulsa yang dapat membuat tagihan telepon Anda menjadi besar.

9. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menjadi korban kejahatan dunia maya, catatlah apa yang terjadi secara persis.
Carilah saran dari situs Childline atau BeatBullying. Situs tersebut mendorong anak untuk bicara tentang masalah yang mereka hadapi di dunia maya dengan orangtua atau guru.

10. Ingatkan anak bahwa apa yang mereka unggah secara online akan meninggalkan jejak digital
Masa depan mereka mungkin akan dilihat oleh perusahaan, universitas atau perguruan tinggi. Jika Anda merasa khawatir tentang keamanan para pemuda dalam bermain internet atau menemukan foto yang berisi konten kekerasan atau seksual, laporkanlah ke polisi secara diam-diam  atau dengan menggunakan hotline dari Internet Watch Foundation.

sumber::: http://sroot.tk/75

Read more

Tips Pintar Merawat Kartu Memori

Pada: 23 November 2012
oleh: Admin 100% Backlink Indonesia

Selain kamera, kartu memori adalah salah satu bagian penting saat melakukan pemotretan. Oleh karena itu tentunya, diperlukan 'perlakuan' yang baik pada memory card agar kartu tetap awet dan tidak berpotensi menghilangkan data di dalamnya.

Tim dari Lexar, salah satu produsen memory card, pun membagi tips tentang bagaimana cara merawat kartu memori agar tetap bekerja dengan baik. Berikut beberapa di antaranya seperti dilansir dari DPS, Rabu (14/11/2012):

1. Pilih card reader yang mumpuni

Saat mentransfer foto dari kartu memori ke komputer, banyak yang langsung menghubungkan kamera ke komputer. Hal ini dinilai kurang efisien dan menguras baterai kamera.

Lexar merujuk untuk memakai memory card reader, dan akan lebih baik bila yang memiliki performa kencang sehingga bisa meminimalisir waktu yang dibutuhkan.

2. Pindahkan kartu dengan aman

Setelah mengupload foto ke kamera dari kartu, pastikan mengikuti proses yang aman sebelum mencabutnya dari card reader. Bagi pengguna Windows, gunakan opsi safely remove hardware' atau 'eject' bagi penggguna OSX.

3. Perhatikan lampu indikator

Perhatikan lampu yang ada di kamera terutama setelah memakai mode burst atau continuous shooting. Ketika mengambil banyak gambar, kamera membutuhkan waktu untuk menuliskan data ke dalam memory card.

Jangan matikan kamera saat piranti Anda melakukan buffering image karena ini bisa mengakibatkan foto hilang. Hal ini juga berlaku saat mentransfer image melalui reader. Jangan mematikan komputer atau memindahkan kartu saat lampu di reader masih menyala.

4. Jangan panik bila kartu terkena air

Jangan panik, demikian wanti-wanti dari Lexar saat kartu tersiram air. Biarkan saja dulu hingga kering dan setelah itu, pakai card reader untuk memindahkan foto.

5. Update kartu memori

Meski usia kartu memori telah mendapat peningkatan dari waktu ke waktu, namun disarankan bagi pengguna untuk tetap mengupdate kartunya.

6. Lakukan format

Format kartu memori secara periodik. Tentu saja, lakukan hal ini setelah memindahkan semua foto di dalamnya. Memformat kamera juga disarankan saat memakai memory card di kamera yang berbeda.

7. Perhatikan Kapasitas

Perhatikan kapasitas kartu memori. Jangan memaksakan untuk memenuhi kartu memori Anda. Akan lebih baik juga jika memiliki kartu memori cadangan alias tidak mengandalkan satu kartu saja.

8. Gunakan software penolong

Pernah tak sengaja mendelete file? Jangan khawatir sebab sudah banyak software yang bisa membantu Anda untuk mengembalikan foto yang terhapus.

sumber::: http://sroot.tk/72

Read more

Backlink Checker

Pada: 21 November 2012
oleh: Admin 100% Backlink Indonesia

Apakah Anda tahu, apa yang backlink? Backlink adalah link ke blog atau website kita. Jumlah backlins merupakan salah satu indikasi popularitas website itu. Biasanya backlink digunakan untuk menentukan PageRank sebuah website. Tapi, apakah Anda tahu jumlah backlink blog Anda? Jika Anda tidak tahu, Anda dapat mengikuti langkah-langkah dan alat thw menambahkan ke blog Anda, sehingga Anda dapat memeriksa backlink Anda.
Berikut adalah tools untuk mengecek backlink dari website/blog Anda:

Your domain:
(eg. full-tricks.blogspot.com.com)

Powered by iWEBTOOL
Selamat mencoba;
Semoga bermanfaat.

Read more

aYoShare.Com - Komunitas dan Berbagi [ jejaring sosial microblogging anak bangsa ]

Pada: 08 Juli 2012
oleh: Admin 100% Backlink Indonesia

[copas dri kaskus]
met malem gan...
numpang ng'info & bukan jebakan betmen gan...
tadi'nya sech cma jalan2, browsing mksud'nya, eeeh nemu nih situs, nama'nya aYo Share - Komunitas dan Berbagi,,, klo ane liat dri namanya sech ngajak sharing gitu gan, apalagi diliat dri blakang'nya, komunitas dan berbagi oooh itu tentu bener tmpat brbagi yaaa sharing gitu dech gan. cocok ma namanya... oiya nich gan alamat situs'nya http://www.ayoshare.com/ boleh cuba kuk gan cek tEkApE...
nich jg gan beberapa kalimat yg ane kutip dri jejaring social tsb:::
aYo Share merupakan situs komunitas online microblogging dimana sesama anggota bisa saling berinteraksi dan berbagi, selain itu juga dapat mengirimkan artikel dan informasi dalam bentuk blog.
aYo Share memang terkesan seperti share dalam artian download, tetapi aYo Share disini bukan begitu, melainkan share dalam artian berbagi. Jadi, sesama anggota bisa saling berbagi informasi, dengan berbagai macam bentuk sajian.
Beberapa fitur yang dimiliki aYo Share antara lain:

  • Profil Pribadi
  • Group Profile
  • Forum
  • Blogging (Posting Artikel)
  • Pesan Pribadi
  • Update Status
  • Chatting
  • Pertemanan
  • dan fitur yang lain.
Dengan adanya situs microblogging aYo Share ini diharapkan bisa berbagi informasi antar sesama anggota dan para pengunjung di situs aYo Share.
itu gan kutipannya,,, slain itu jg bsa upload foto, share video, link, lengkap dah gan...
wah kpanjangan ng'info nich,,, hehehe
makasih

Read more

S:Root URL Shorterner - Make Your Long URL to Short URL

Pada: 21 Juni 2012
oleh: Admin 100% Backlink Indonesia

S:Root URL Shorterner - Make Your Long URL to Short URL merupakan website untuk memendekkan URL panjang Anda. Seperti pada website-website yang sudah ada, seperti tinyurl.com atau bit.ly dan lain sebagainya. Website ini fungsinya hampir sama bahkan sama.
Jika Anda akan mempromosikan suatu URL dan Anda merasa URL Anda panjang dan susah dihafal, maka dengan menggunakan website ini Anda akan meng'generate URL panjang Anda menjadi URL yang pendek.

Contoh:
URL asli:
http://maps.google.com/maps?q=Denpasar+Selatan%2C+Denpasar%2C+Indonesia&hl=en
&ie=UTF8&view=map&ftid=0x2dd2410dc1a11ecd%3A0x4030bfbca7d2d00&ftt=9938
&geocode=FW0oe_8dGzbeBg&split=0&sll=-8.705968%2C115.226140
&sspn=0.081576%2C0.081525&iwloc=A&ved=0CBEQpQY
&sa=X&ei=42PhT-jnOa6SiQeYxbG2AQ


URL S:Root:
http://sroot.tk/0t


Dalam contoh tersebut, jika Anda menggunakan URL asli, maka akan sangat susah sekali untuk menghafalnya. Setelah di generate memakai S:Root maka URL yang panjang tersebut akan menjadi pendek dan mudah untuk diingat.
Ini merupakan sedikit gambaran tentang S:Root, silahkan kunjung http://sroot.tk.

Semoga bermanfaat.
Terimakasih.

Read more

Hungry for Social Backlink Data? Google Analytics Social Reports Add More to Chew On

Pada: 14 Mei 2012
oleh: Admin 100% Backlink Indonesia


Great News, But Why Should I Care?
How in the World do I Read All This Data?
Why You Should Leverage Social Backlink Data to Improve Your Site

The hunt for the almighty backlink just got a little easier. A few days ago, Google announced that it finally added backlink tracking to the social reporting feature for Analytics that it rolled out in March.
To understand why this spanking new feature is so cool, it’s probably worth rewinding a bit to note what exactly was added back in March. Google Analytics souped up the social reports feature on its platform so webmasters could use it to get a peek at how much traffic social media delivered to their sites and pinpoint the social sites from which those visitors came.
Before the change, there was already a “Social” tab in the Analytics dashboard, but it only revealed three categories of data: Engagement, Action, and Pages.
The update to social reports added more categories, and the expanded data was crazy useful. Go Google! But the search engine giant upped its game a few days ago when it tacked trackbacks to the (already extensive) new Social Reports tab info.
The idea of trackbacks is nothing new; after all, platforms like Blogger and WordPress have offered them for years. For those of you who aren’t in the know, trackbacks automatically give you the URL of sites that link to yours as soon as the link is created.
This helpful tool becomes vital when applied to social sharing sites, and the expanded data will now allow webmasters to use past data to craft content with the potential to go viral in the future.
Bottom line: If you’re crazy about traffic, you should care because the new backlink feature will get you lots more. Think about it. If you’re like many webmasters, then you’ve likely spent hours hunting down backlinks and trying to figure out where in the world they originated from on the referring site.
Conversely, you may have an internal analytics account with your web hosting company that shows your site had four visitors from Twitter, but you have no way of tracing the tweet that referred them or what the accompanying text, if any, had to say about your content when it linked to your site.
You may even have some expensive backlink monitoring program that gives you the scoop on all referring sites, and that’s cool. However, the sweet thing about the new backlink feature on Google Analytics Social Reports is that it’s crazy in-depth – and it’s free.
You can analyze your site’s backlinks to your heart’s content, scour titles of posts that people have shared, and even read snippets of conversations that your content started on social sharing sites all in one place.
But let’s get down to the real reason this addition to Analytics is so ridiculously important. The problem with old school trackbacks is that some platforms use them and some don’t. So when you have trackbacks enabled on your site or blog, and you see occasional links to sites, you’re only getting part of the picture. There’s no way for one person to surf around the ‘net and find each and every link back to pages on their site – especially when it comes to links on social sharing sites.
Googlebot to the rescue. The new backlink feature in Social Reports includes all trackbacks to your site, and it even shows you the original post, tweet, share, conversation – you name it – in which the link appeared. Then, that efficient little bot builds all kinds of nifty graphs for you to read, all right in your Analytics dashboard.
If you’re super pumped and ready to try the new backlink feature for yourself, you’d better hold your horses. It’s awesome, yes, but extremely hard to find. Here’s how to navigate to the backlink data in your Google Analytics dashboard. In the main left-hand sidebar, click on “Traffic Sources”, then “social”, and finally “pages”, like so:
Google Analytics Social Reports Menu
Once you’re there, look in the main window and select a link from the list to find out about the sharing data and backlinks. When you’ve selected your link, you’ll be taken to a screen with a graph about the sharing data related to the link. Click the “Activity Stream” tab above the graph:
Activity Stream Tab
Okay, we’re close, but we’re not done yet. Once you’ve hit the “Activity Stream” tab, you’ll be presented with a list of all the conversations surrounding the URL you chose. Pretty cool, but not what we’re looking for. Look above the list for the “Events” tab:
Events
Congratulations, you found it. Now you should see a list of all the links from bookmarking sites, social networks, and trackbacks to content on your site. Needless to say, navigating to this feature is a hassle at best and a pain in the $%^& at worst, but Google will (hopefully) make some tweaks and adjustments to the navigation sometime in the near future.
As seasoned Google Analytics users are painfully aware, there’s a lot of data that is classified as “not provided”, and it accounts for a disturbingly high amount of information displayed on the platform. Here are some sobering stats provided in a recent post on Poynter:
The “not provided” change dealt a crushing blow to webmasters who use Google Analytics to decipher the sources of their inbound traffic, so the new backlink feature in Social Reports is a cool drink of water in a desert of partial information.
It’s better to focus on social sites for information now, anyway. The Google Panda and Penguin updates ushered in an era where social sharing has become an important component of search engine ranking power, and quality content is the only thing that will get that job done.
When you use the social backlink information in your Analytics account, you can find out what your most-linked content is and replicate your success. You can also connect with your visitors and start a conversation. Engagement is key to survival in an interactive Web, and Google now measures your social impact like so:
Google's Social Impact Chart
According to Google, your social impact is made up of four key areas:
1. Sources
Where your traffic comes from
2. Social Plugins
Visitors’ use of social sharing plugins on your site
3.  Pages
The areas of your site people are sharing
4. Conversions
How much money all the social stuff is actually making you
You’ll get a real feel for how these areas converge and create your social impact value once you’re able to eyeball the graphs generated in the Social Reports tab of your Analytics account. When you combine the information with data compiled from Google’s new backlink feature, you can find out the value of traffic from certain social sources – which can add up to a whole heck of a lot if used wisely.
sumber ::: http://site-reference.com/articles/hungry-for-social-backlink-data-google-analytics-social-reports-add-more-to-chew-on/

Read more

Cara Simple Mendapatkan Backlink Berkualitas

Pada: 08 Mei 2012
oleh: Admin 100% Backlink Indonesia

Untuk meningkatkan page rank Anda bisa dengan cara memperbanyak BACKLINK. Eitsss… jangan cuma asal cari backlink sobat. Carilah backlink yang berkualitas. Maksudnya ???
Backlink berkualitas yaitu :
1. Memberikan backlink DO FOLLOW
Dengan back link do follow itu berarti backlink tersebut akan dihitung oleh search engine. Jangan berburu backlink NO FOLLOW yang akan membuat Anda sia-sia.
2. Dari Page Rank yang lebih tinggi
Pastikan bahwa situs backlink mempunyai PR yang lebih tinggi dari situs Anda
3. Stabil
Backlink Anda tetap Aman dan bisa eksis selamanya. Jangan sampai dihapus gara-gara perilaku Anda yang salah.

Read more
Copyright 2011 @ 100% Backlink Indonesia
eXTReMe Tracker